Selasa, 20 September 2016
Sang Kura-Kura dan Kalajengking
Di suatu kawasan, tinggal seekor kura- kura dengan kalajengking. Suatu hari, kawasan tersebut dilanda bencana dan semua tumbuhan yang hidup di kawasan tersebut mati. Semua hewan yang masih hidup berpindah dari kawasan tersebut ke tempat lain, yang masih bertahan hanyalah si kura-kura dan kalajengking.
Berkatalah si kalajengking,”Kura-kura tempat ini sekarang menjadi sepi bisakah kamu membawaku pindah dari tempat ini karena aku tidak bisa menyebrangi sungai yang memisahkan tempat kita dengan tempat lain? Kamu tau aku tidak bisa berenang, bukan?’.
”Kamu jangan menipuku. Aku tahu kebiasaanmu menyengat siapa saja. Kalau aku membawamu menyebrangi sungai ini di punggungku, pasti nanti kamu akan menyengat kepalaku” kata si kura-kura.
”Aku tidak sebodoh itu, wahai temanku. Kalau aku menyengatmu, kita berdua akan tenggelam dan mati di dasar sungai ini.”
Kura-kura berkata dalam hatinya,’betul juga perkataanya’. Kalau dia menyengatku, bukan aku saja yang akan mati, itu pasti tidak akan terjadi. Karena itu sang kura-kura mengatakan, ”Baiklah, kamu naik di belakangku dan ingat, kamu jangan coba-coba menyengatku, nanti kita berdua bakal mati tenggelam.”
Kalajengking pun naik ke tubuh si kura-kura dan bersama-sama menyebrangi sungai tersebut. Karena tabiat atau kebiasaan kalajengking mnyengat, di sepanjang perjalanan tersebut hatinya semakin tidak tahan lagi untuk menyengat kepala si kura-kura, tapi dia ingat kalau dia menyengat, mereka akan mati. Namun karena dia tidak bisa menahan kebiasaanya, disengatlah kepala si kura-kura dan tenggelamla keduanya di dasar sungai. Sebelum ajal menjemput mereka, berkatalah si kura-kura, ”Dasar kalajengking, bukankah kamu suda berjanji untuk tidak menyengatku? Bukankah kamu tahu bahwa dengan kamu menyengatku, kita berdua akan mati, tetapi kenapa kamu menyengatku juga?”.
Dengan rasa sedih dan menyesal, kalajengking menjawab, ” Maafkanlah aku, wahai kura-kura temanku yang baik. Aku sudah menahan diri, tapi aku tidak bisa menahan kebiasaanku ini.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar